Contact

Semoga Tulisan - tulisan ini bermanfaat untuk kita semua
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 September 2012

IMPEDANSI KAWAT PENGHANTAR MENURUT SPLN 64 : 1995


Tahanan ( R ) dan reaktansi ( XL )  penghantar AAC tegangan 20 kV
(SPLN 64: 1985)

Luas Penampang mm2
Jari2mm
Urat
GMR (mm)
Impedansi urutan positif (Ohm / km)
Impedansi urutan Nol (Ohm / km)
16
2,2563
7
1,6380
1,8382 + j 0,4035
1,9862 + j 1,6910
25
2,8203
7
2,0475
1,1755 + j 0,3895
1,3245 + j 1,6770
35
3,3371
7
2,4227
0,8403 + j 0,3791
0,9883 + j 1,6666
50
3,9886
7
2,8957
0,5882 + j 0,3677
0,7362 + j 1,6552
70
4,7193
7
3,4262
0,4202 + j 0,3572
0,5682 + j 1,6447
95
5,4979
19
4,1674
0,3096 + j 0,3464
0,4576 + j 1,6339
120
6,1791
19
4,6837
0,2451 + j 0,3375
0,3931 + j 1,6250
150
6,9084
19
5,2365
0,1961 + j 0,3305
0,3441 + j 1,6180
185
7,6722
19
5,8155
0,1590 + j 0,3239
0,3070 + j 1,6114
240
8,7386
19
6,6238
0,1225 + j 0,3157
0,2705 + j 1,6032
Tahanan ( R ) dan reaktansi ( XL )  penghantar AAAC tegangan 20 kV
(SPLN 64: 1985)
Luas Penampang (mm2)
Jari2mm
Urat
GMR (mm)
Impedansi urutan positif (Ohm / km)
Impedansi urutan Nol (Ohm / km)
16
2,2563
7
1,6380
2,0161 + j 0,4036
2,1641 + j 1,6911
25
2,8203
7
2,0475
1,2903 + j 0,3895
1,4384 + j 1,6770
35
3,3371
7
2,4227
0,9217 + j 0,3790
1,0697 + j 1,6665
50
3,9886
7
2,8957
0,6452 + j 0,3678
0,7932 + j 1,6553
70
4,7193
7
3,4262
0,4608 + j 03572
0,6088 + j 1,6447
95
5,4979
19
4,1674
0,3096 + j 0,3449
0,4876 + j 1,6324
120
6,1791
19
4,6837
0,2688 + j 0,3376
0,4168 + j 1,6324
150
6,9084
19
5,2365
0,2162 + j 0,3305
0,3631 + j 1,6180
185
7,6722
19
5,8155
0,1744 + j 0,3239
0,3224 + j 1,6114
240
8,7386
19
6,6238
0,1344 + j 0,3158
0,2824 + j 1,6034
Tahanan, induktansi dan kapasitansi kabel isolasi XLPE:
N2XSEKBY/NA2XSEKBY tegangan 12 / 20 kV.
(IEC. 502)
∑ peng hantar
Penghantar
Tahanan maks pada DC  temp 200C
Tahanan  pada AC temp 900C
saat operasi
Maks    kapasitas arus temp 300C
Arus hub singkat selama 1 detik
Teg nom. prcbn
Luas pnmpg
Cu /Al
Induktansi (L)
Kapasitansi  (C)
dlm tanah
di udara
mm2
Ohm/km
Ohm/km
mH/km
mF/km
Amp
Amp
kA
kV/5 min
3
35
CU
0,5240
0,6680
0,520
0,131
164
173
5,01
30
Al
0,8680
1,1130
0,520
0,131
127
139
3,29
30
3
50
Cu
0,3870
0,4940
0,497
0,143
194
206
7,15
30
Al
0,6410
0,8220
0,497
0,143
148
161
4,70
30
3
70
Cu
0,2680
0,3420
0,467
0,162
236
257
10,01
30
Al
0,4430
0,5680
0,467
0,162
179
204
6,58
30
3
95
Cu
0,1930
0,2470
0,445
0,180
283
313
13,59
30
Al
0,3200
0,4110
0,445
0,180
214
242
8,93
30
3
120
Cu
0,1530
0,1960
0,430
0,195
322
360
17,16
30
Al
0,2530
0,3250
0,430
0,195
246
292
11,28
30
3
150
Cu
0,1240
0,1590
0,414
0,213
362
410
21,45
30
Al
0,2060
0,2650
0,414
0,213
264
313
14,10
30
3
185
Cu
0,0991
0,1280
0,404
0,227
409
469
26,46
30
Al
0,1640
0,2110
0,404
0,227
308
365
17,39
30
3
240
Cu
0,0754
0,0980
0,382
0,263
474
553
34,32
30
Al
0,1250
0,1620
0,382
0,273
358
425
22,56
30
3
300
Cu
0,0601
0,0790
0,376
0,276
533
629
42,90
30
Al
0,1000
0,1300
0,376
0,276
398
481
28,20
30
Impedansi Kabel Tanah Dengan Penghantar Al
A
(mm2)
R
(Ω/km)
L
(mH/km)
C
(mf/km)
Impedansi urutan positif
(Ω /km)
Impedansi urutan Nol
(Ω/km)
150
0,206
0,33
0,26
0,206 + j 0,104
0,356 + j 0,312
240
0,125
0,31
0,31
0,125 + j0,097
0,275 +j0,029
300
0,100
0,30
0,34
0,100 + j0,094
0,250 + j0,282

Pemasangan ARRESTER

Dalam realita dilapangan sering kali menemui pemasang Arrester setelah FCO atau Arrester Sebelum FCO, berikut Ulasan yang mudah - mudahan membantu .
1.     Pemasangan Lightning Arrester sebelum FCO

Keuntungannya :
·         Ketika ada gelombang petir yang merambat ke SUTM, maka gelombang petir akan mencari pentanahan terdekat, dengan dipasangkan Arrester diparallel dengan FCO maka arrester akan menchoping puncak gelombang petir.

Sabtu, 08 September 2012

Arrester



 Pada umumnya pusat pembangkit tenaga listrik menyalurkan energinya melalui saluran transmisi udara dimana saluran transmisi tenaga listrik yang terpasang di udara ini sangatlah rentanterhadap gangguan yang disebabkan oleh sambaran petir. Sambaran petir ini akan menghasilkangelombang berjalan (Surja Tegangan) pada saluran transmisi dan pada akhirnya dapat masuk kepusat pembangkit tenaga listrik. Oleh alasan ini, dalam pusat pembangkit tenaga listrik harusdilengkapi dengan lightening arrester (penangkal petir).
Gelombang berjalan (surja tegangan) selain dihasilkan oleh gangguan petir, juga dapatterjadi karena adanya pembukaan dan penutupan pemutus tenaga listrik (Open Closing Circuit Breaker) atau adanya switching pada jaringan tenaga listrik. Pada sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yang besarnya di atas 350 kV (500 kV untuk standar tranmisi udara tegangan ekstra tinggi/SUTET di Indonesia), surja tegangan ini lebih banyak disebabkan oleh switching tenaga listrik padajaringan dibandingkan yang disebabkan oleh gangguan petir.
Saluran udara yang keluar dari pusat pembangkit listrik merupakan bagian instalasi pusat pembangkit listrik yang paling rawan sambaran petir dan karenanya harus diberi lightning arrester. Selain itu, lightning arrester harus berada di depan setiap transformator dan harus terletak sedekat mungkin dengan transformator. Hal ini perlu karena pada petir yang merupakan gelombang berjalanmenuju ke transformator

Kamis, 06 September 2012

1. Pendahuluan

Sistem catu-daya yang bekerja dalam mode pensaklaran (switching) mempunyai efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding sistem catu-daya linier. Oleh karenanya, hampir semua catu-daya modern bekerja dalam mode switching atau dikenal sebagai SMPS (Switched Mode Power Supply). Komponen utama dari sistem catu-daya adalah konverter dc-dc yang berfungsi untuk mengkonversikan daya elektrik bentuk dc (searah) ke bentuk dc lainnya.
Secara umum, ada tiga rangkaian (topologi) dasar konverter dc-dc, yaitu buck, boost, dan buck-boost. Rangkaian lain biasanya mempunyai kinerja mirip dengan topologi dasar ini sehingga sering disebut sebagai turunannya. Contoh dari konverter dc-dc yang dianggap sebagai turunan rangkaian buck adalah forward, push-pull, half-bridge, dan full-bridge. Contoh dari turunan rangakain boost adalah konverter yang bekerja sebagai sumber arus. Contoh dari turunan rangkaian buck-boost adalah konverter flyback.
Pada tahun 1980-an, ditemukan dan dipatenkan ratusan rangkaian baru konverter dc-dc. Rangkaian baru ini ditawarkan dengan bermacam kelebihan yang diklaim bisa menggantikan peran rangkaian konvensional. Para insinyur baru sering sekali pusing dan menghabiskan banyak waktu untuk memilih dan mencoba rangkaian baru ini. Akan tetapi setelah banyak menghabiskan waktu dan biaya, sering sekali terbukti bahwa rangkaian baru tersebut sangat susah untuk diproduksi. Sebagai akibatnya, sampai saat ini, hampir semua industri masih menawarkan topologi dasar dalam jajaran produknya. Pengecualian mungkin ditemui pada penerapan yang sangat khusus. Akan tetapi, hampir semua insinyur biasanya mencoba lebih dulu menggunakan rangkaian dasar untuk bermacam keperluan. Kalau diperlukan, kinerja yang khusus dicoba dipenuhi dengan menggunakan beberapa rangkaian dasar yang dihubungkan seri, paralel, atau kaskade.
Kondisi ini tidak berarti bahwa konverter dc-dc tidak mengalami perkembangan selama tiga-puluh tahun terakhir ini. Perkembangan pesat terjadi di bidang integrasi, produksi, saklar semikonduktor, dan teknik untuk mengurangi rugi-rugi penyaklaran. Tulisan ini akan mencoba mengkaji beberapa topologi dasar konverter daya yang banyak dipakai di industri. Dengan memahami kinerja konverter dasar ini, para insinyur yang bekerja di industry konverter daya bisa dengan baik memilih topologi yang sesuai untuk hampir semua keperluan. Pekerjaan selanjutnya tinggal menentukan ukuran tapis dan rangkaian kendalinya.
2. Konverter Buck

Konverter jenis buck merupakan jenis konverter yang banyak digunakan dalam industri catu-daya. Konverter ini akan mengkonversikan tegangan dc masukan menjadi tegangan dc lain yang lebih rendah (konverter penurun tegangan).
1. Pendahuluan

Sistem catu-daya yang bekerja dalam mode pensaklaran (switching) mempunyai efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding sistem catu-daya linier. Oleh karenanya, hampir semua catu-daya modern bekerja dalam mode switching atau dikenal sebagai SMPS (Switched Mode Power Supply). Komponen utama dari sistem catu-daya adalah konverter dc-dc yang berfungsi untuk mengkonversikan daya elektrik bentuk dc (searah) ke bentuk dc lainnya.
Secara umum, ada tiga rangkaian (topologi) dasar konverter dc-dc, yaitu buck, boost, dan buck-boost. Rangkaian lain biasanya mempunyai kinerja mirip dengan topologi dasar ini sehingga sering disebut sebagai turunannya. Contoh dari konverter dc-dc yang dianggap sebagai turunan rangkaian buck adalah forward, push-pull, half-bridge, dan full-bridge. Contoh dari turunan rangakain boost adalah konverter yang bekerja sebagai sumber arus. Contoh dari turunan rangkaian buck-boost adalah konverter flyback.
Pada tahun 1980-an, ditemukan dan dipatenkan ratusan rangkaian baru konverter dc-dc. Rangkaian baru ini ditawarkan dengan bermacam kelebihan yang diklaim bisa menggantikan peran rangkaian konvensional. Para insinyur baru sering sekali pusing dan menghabiskan banyak waktu untuk memilih dan mencoba rangkaian baru ini. Akan tetapi setelah banyak menghabiskan waktu dan biaya, sering sekali terbukti bahwa rangkaian baru tersebut sangat susah untuk diproduksi. Sebagai akibatnya, sampai saat ini, hampir semua industri masih menawarkan topologi dasar dalam jajaran produknya. Pengecualian mungkin ditemui pada penerapan yang sangat khusus. Akan tetapi, hampir semua insinyur biasanya mencoba lebih dulu menggunakan rangkaian dasar untuk bermacam keperluan. Kalau diperlukan, kinerja yang khusus dicoba dipenuhi dengan menggunakan beberapa rangkaian dasar yang dihubungkan seri, paralel, atau kaskade.
Kondisi ini tidak berarti bahwa konverter dc-dc tidak mengalami perkembangan selama tiga-puluh tahun terakhir ini. Perkembangan pesat terjadi di bidang integrasi, produksi, saklar semikonduktor, dan teknik untuk mengurangi rugi-rugi penyaklaran. Tulisan ini akan mencoba mengkaji beberapa topologi dasar konverter daya yang banyak dipakai di industri. Dengan memahami kinerja konverter dasar ini, para insinyur yang bekerja di industry konverter daya bisa dengan baik memilih topologi yang sesuai untuk hampir semua keperluan. Pekerjaan selanjutnya tinggal menentukan ukuran tapis dan rangkaian kendalinya.
2. Konverter Buck

Konverter jenis buck merupakan jenis konverter yang banyak digunakan dalam industri catu-daya. Konverter ini akan mengkonversikan tegangan dc masukan menjadi tegangan dc lain yang lebih rendah (konverter penurun tegangan).
Rangkaian ini terdiri atas satu saklar aktif (MOSFET)

Kamis, 21 Juli 2011

Green House AAESAF

suatu sistem penyiraman tanaman anggrek otomatis berdasarkan
pembacaan sensor suhu dan kelembaban dengan sumber energi sistem dari
pemanfaatan energi sinar matahari

Selasa, 14 Juni 2011

8 KEBOHONGAN IBU !

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sabtu, 21 Mei 2011

Budidaya Anggrek

1. SEJARAH SINGKAT
Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.
2. JENIS TANAMAN
Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis, anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:
  1. Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.
  2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.
  3. Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.
3. MANFAAT TANAMAN
Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan, baunya
yang khas.


Kamis, 28 April 2011

Adaptor 12 Volt DC ke 5 Volt DC




Rangkaian Adaptor ini mampu mengubah tegangan DC 12 Volt  menjadi tegangan DC 5 Volt.
Dibutuhkan komponen :
1.Regulator 7805 ( 1 buah )
2.Kapasitor 100 uf 16 Volt ( 2 buah )

Semoga berhasil !!!